.:: CHATBOX ::.

Tampilkan postingan dengan label bahasa indonesia 1. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bahasa indonesia 1. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 November 2011

TUGAS 3 [BAHASA INDONESIA 1]

0 komentar
1. Data Publikasi
a. Judul : Keamanan Makanan, Sebuah Impian Baru
b. Penulis : Wahyu Hidayat
c. Penerbit : Majalah Healthy Life
d. Tanggal : Edisi 02/V Februari 2006
e. No. Hal : 22 – 23
f. Tema : Kesehatan


2. Sinopsis
Kasus formalin telah menguak kasus-kasus lain di bidang food safety di Indonesia. Sungguh banyak masalah toksin dalam makanan yang pernah mencuat, tapi lalu menguap begitu saja. Selain itu pemakaian zat pewarna terlarang seperti pewarna tekstil yang dengan mudahnya masih kita lihat digunakan dalam makanan jajanan sehari-hari di seluruh pelosok tanah air, yang celakanya, banyak ditemukan di tempat jajan di sekolah dasar! Disini kita sebagai konsumen harus cerdas dalam memimilih makanan, kalau tidak maka kita sendirilah yang akan selalu menjadi korban. Pengetahuan dan kepedulian masyarakat produsen dan pedagang harus berhadapan dengan kepentingan lain : meraih keuntungan secepatnya. Inilah dilema keamanan pangan di negeri kita. Bahan-bahan berbahaya merebak dimana-mana dan makanan yang aman pun bisa-bisa hanya akan menjadi impian kita belaka.

3. Keunggulan
Tema yang diangkat dalam artikel ini sangat bagus. Artikel ini dapat memberi pengetahuan dan meningkatkan kepedulian masyarat kita akan bahaya cemaran pangan. Artikel ini pun dilengkapi dengan pendapat-pendapat ahli pangan.

4. Kelemahan
Tidak disebutkan makanan apa saja yang tecemar bahan-bahan berbahaya yang sudah beredar. Tidak dijelaskan pula jenis-jenis bahan-bahan berbahaya tersebut, ciri-cirinya, dan dampak buruknya pada tubuh manusia. Lebih baik jika ada penjelasan yang lebih lengkap agar keingintahuan pembaca terpenuhi.

5. Pendapat Akhir
Sudah tidak dapat dipungkiri lagi makanan yang beredar saat ini tidak selalu aman dan layak dimakan. Kita tidak bisa terhindar dari makanan yang tercemar zat-zat berbahaya. Tapi dengan senantiasa makan sayur dan buah-buahan, kita terhindar dari efek-efek negatif yang masuk ke dalam tubuh. Dan satu lagi, masyarakat harus rajin menggali informasi tentang makanan yang sehat dan aman.

Senin, 24 Oktober 2011

TUGAS 2 [BAHASA INDONESIA 1]

0 komentar

|| SUMBER ||


Penyebab, Dampak Negatif serta Cara Pencegahan Polusi Udara di Bandara

Industri Penerbangan khususnya dalam pengelolaannya memiliki banyak resiko ,salah satunya adalah Polusi Udara tersebut. Apa yang menyebabkan Polusi Udara dapat terjadi ? Serta apa sih dampak negative yang timbul akibat Polusi Udara ? Dan bagaimana cara pencegahannya ? Mari kita bahas satu persatu .

Polusi Udara di Bandara terjadi akibat karena asap yang keluar dari pesawat udara serta kendaraan yang berlalu lalang disekitar area Bandara . Bukan karena 2 hal itu aja teman , ternyata dari yang saya baca,akibat hembusan pesawat jet yang keluar dari exhaust pesawat ( mesin – mesin terbang ) juga akan menyebabkan debu beterbangan yang otomatis bakal menambah si Polusi Udara tersebut . Bahan bakar yang terbakar selama landing dan take off juga dapat memiliki dampak yang serius bagi kualitas udara disekitar area Bandar Udara.

Oke setelah Penyebab yuk lanjut ke topik “ Apa sih dampaknya dari Polusi Udara itu “ ? Jelas yang pertama dampaknya akan menimbulkan Polusi Udara yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat khususnya bagi yang bertempat tinggal disekitar area Bandara. Dari yang saya baca nih menurut beberapa ahli yang tergabung dalam WWF ( World Wide Fund ) tahun 1991yang mengatakan bahwa Oksida Nitrogen yang dihasilkan dari pembuangan mesin jet dapat merusak lapisan ozon lebih parah dari CFC *bukan makanan lho tapi Cloro Fluoro Carbon ( gas/senyawa penyebab global warming ). Bukan hanya merusak lapisan ozon tapi juga dapat merusak lapisan atmosfir dan efek rumah kaca.

Setelah membahas Penyebab serta Dampak dari Polusi Udara tsb, terakhir deh “ Bagaimana Cara Pencegahannya “ . Pertama Bandara harus jauh dari lingkungan perumahan agar tidak mengganggu kesehatan masyarakat sekitar . Sebab akibat dari mesin pesawat terbang terhadap global warming dapat diminimalisir dengan cara mengontrol emisi CO2 ( dengan mengurangi efesiensi pembakaran ) serta kemajuan dan kecanggihan Teknologi diharapkan akan menyumbang kesuksesan terhadap pengurangan dampak Polusi Udara yang keluar dari mesin pesawat terbang .


ANALISIS :

No.

Kesalahan Diksi

Perbaikan

Alasan





1.

Penerbangan

penerbangan

Kata tersebut tidak seharusnya diawali dengan huruf kapital.

2.

resiko

risiko

Penggunaan kata tidak baku

3.

Polusi Udara tersebut

polusi udara

Penggunaan huruf kapital yang salah dan sebaiknya tidak perlu menggunakan kata ‘tersebut’.

4.

Apa yang menyebabkan Polusi Udara dapat terjadi ?

Apa penyebab polusi udara?

Pemilihan kata yang kurang tepat.

5.

Serta apa sih

apa

‘serta’ adalah kata penghubung, tidak boleh diletakan di awal kalimat. ‘sih’ tidak perlu digunakan.

6.

negative

negatif

‘negative’ masih berupa istilah asing.

7.

Dan bagaimana cara pencegahannya ?

Bagaimana cara mencegahnya?

‘dan’ adalah kata penghubung, tidak boleh diletakan di awal kalimat. ‘pencegahannya’ kurang tepat digunakan pada kalimat tersebut.

8.

Polusi Udara di Bandara

Polusi udara di bandara

Penggunaan huruf kapital yang tidak tepat.

9.

terjadi akibat karena asap yang keluar dari pesawat udara

Terjadi akibat asap yang keluar dari pesawat

‘akibat karena’ penggunaan kata yang salah. ‘pesawat udara’ salah karena pesawat sudah pasti di udara, jadi ‘udara’ tidak perlu ditulis.

10.

berlalu lalang

Berlalu-lalang

Tidak menggunakan tanda hubung.

11.

disekitar area Bandara

di sekitar area bandara

‘di’ disini adalah kata depan, bukan awalan. ‘bandara’ tidak diikuti nama tempat, jadi tidak menggunakan huruf kapital di awal kata.

12.

Bukan karena 2 hal itu aja teman

Bukan karena 2 hal itu saja

Pemilihan kata-kata yang tidak tepat.


ternyata dari yang saya baca

ternyata dari sumber yang saya baca

Tidak dijelaskan apa yang dibaca.

13.

beterbangan

berterbangan

Penggunaan awalan yang salah.

14.

bakal

akan

‘bakal’ bukan kata baku.

15.

menambah si Polusi Udara tersebut

menambah polusi udara tersebut

‘si’ tidak tepat digunakan. Penggunaan huruf kapital yang salah.

16.

disekitar area Bandar Udara

di sekitar area bandar udara

‘di’ disini adalah kata depan, bukan awalan. ‘bandar udara’ tidak diikuti nama tempat, jadi tidak menggunakan huruf kapital.

17.

Oke setelah Penyebab yuk lanjut ke topik “ Apa sih dampaknya dari Polusi Udara itu “ ?

Setelah penyebab, mari lanjut ke topik “Apa dampak dari polusi udara?”

Pemilihan kata yang tidak tepat.

18.

menimbulkan Polusi Udara

menimbulkan polusi udara

‘Polusi Udara’ di tengah kalimat tidak menggunakan huruf kapital.

19.

yang mengatakan bahwa Oksida Nitrogen

mengatakan bahwa Oksida Nitrogen

‘yang’ tidak pas digunakan pada kalimat tersebut.

20.

*bukan makanan lho tapi Cloro Fluoro Carbon ( gas/senyawa penyebab global warming )

(Cloro Fluoro Carbon, gas/senyawa penyebab global warming)

Tidak menggunakan kata baku.

21.

Bukan hanya merusak lapisan ozon tapi juga dapat merusak

Tidak hanya merusak lapisan ozon tetapi juga dapat merusak

‘bukan’ kurang tepat digunakan dan ‘tapi’ adalah kata tidak baku.

22.

Setelah membahas Penyebab serta Dampak dari Polusi Udara tsb, terakhir deh “ Bagaimana Cara Pencegahannya “

Setelah membahas penyebab serta dampak dari polusi udara, terakhir adalah bagaimana cara mencegahnya

Pemilihan dan penggunaan kata yang tidak tepat, yaitu ‘tsb’, ‘deh’, dan ‘pencegahannya’.

23.

Pertama Bandara harus jauh

Pertama, bandara harus jauh

Setelah kata’pertama’ harus diletakan tanda koma sebagai pemisah. ‘bandara’ tidak diikuti nama tempat, jadi tidak boleh menggunakan huruf kapital.

24.

Sebab akibat dari mesin pesawat terbang

Sebab, akibat dari mesin pesawat terbang

Setelah kata ‘sebab’ harus diletakan tanda koma sebagai pemisah.

25.

diminimalisir

diminimalisasi

‘minimalisir’ merupakan kata tidak baku.

26.

kemajuan dan kecanggihan Teknologi

kemajuan dan kecanggihan teknologi

‘teknologi’ di tengah kalimat tidak menggunakan huruf kapital.

27.

pengurangan dampak Polusi Udara

pengurangan dampak polusi udara

‘polusi udara’ di tengah kalimat tidak menggunakan huruf kapital.

Minggu, 25 September 2011

TUGAS 1 [BAHASA INDONESIA 1]

3 komentar
SUMBER ARTIKEL

Sensasi SLS AMG Beratap Langit

LONDON, KOMPAS.com - Ketika desain pintu Mercedes Benz SLS AMG tak lagi seperti sayap burung camar karena perubahan model, bukan berarti mengurangi daya pikat eksotisme roadster Jerman ini. Secara dimensi dan bentuk bodi tak ada yang berubah dari karakter kupe. Kalau diperhatikan tampilannya mengingatkan pada produk 300 SL Roadster.

Hanya, ada sensasi lebih dari varian Roadster ini saat melakukan first drive. Selain beratapkan langit, adrenalin terpacu saat mendengar raungan mesin.

Atap kanvas model triple-layer bisa dioperasikan buka-tutup dalam kondisi statis atau saat melaju hingga 40 km/jam dalam waktu 11 detik. Proses waktu yang cukup cepat dibanding rata-rata mobil lain yang membutuhkan waktu 20-25 detik. Jadi Anda tak perlu khawatir ketika tiba-tiba turun hujan.

Dari area kokpit, AMG Performance Media memberikan informasi penting di layar tengah meliputi data mesin, tekanan angin dan catatan waktu akselerasi 0 - 100 km/jam. Paling mengesankan lagi, fungsi penyimpanan data per-lap saat menggeber mobil di sirkuit. Jadi Anda dapat dengan mudah mengetahui perkembangan cara menyetir.

Airscarf neck juga tersedia di antara jok dan headrest untuk menghangatkan area leher Anda agar lebih rileks. Konsol tengah dibalut bahan serta karbon agar terlihat sporti. Anehnya, area kabin hanya berbeda 3 liter dibanding versi kupe yang memiliki volume 176 liter.

Apa yang tersembunyi di balik bonet tidak mengalami perubahan, tetap menggunakan mesin 6,3-liter V8 dengan tenaga 563 hp dan torsi 650 Nm. Meski begitu akselerasi yang tercipta bisa lebih cepat dari varian kupe dengan alasan bobot yang lebih ringan 40 kg. Akselerasinya hanya beda sepersepuluh detik saja.

Pengurangan bobot serta pergeseran titik berat kendaraan lebih rendah membuat pengendalian nyaris berbeda seperti hasil ulasan autoexpress kemarin (19/9). Setir cukup responsif dan tidak terlalu offer feedback seperti karakter beberapa produk Ferrari atau Porsche.

Ada catatan khusus dari media asal Inggris itu mengenai pengendaliannya yang cukup liar. Namun untuk varian roadster dijinakkan dengan AMG Ride Control Suspension yang dapat tersedia 3 pilihan mode Comfort, Sport dan Sport Plus. Ayunan suspensi yang rigid akan tereliminasi ketika menggunakan mode comfort, sedangkan untuk lebih merasakan sensasi balap Sport Plus lebih sesuai, apalagi untuk drifting.

Data tambahan : Mesin V8, 6.208 cc naturally aspirated; tenaga 563 hp di 6.800 rpm; torsi 650 Nm di 4.750 rpm; penggerak roda belakang; berat kosong 1.660 kg; gearbox 7 percepatan double clutch transaxle; 0-100 km/jam 3,8 detik, kecepatan maksimum 315 km/jam, konsumsi bahan bakar 9 km/liter, CO2 308 g/km (klaim).


ANALISA :


Dalam artikel tentang otomotif ini, terdapat banyak istilah-istilah bahasa asing. Mungkin ini wajar mengingat ini mengenai otomotif yang beberapa istilahnya memang tidak terdapat dalam bahasa Indonesia. Namun dalam artikel ini saya menemukan beberapa istilah bahasa asing yang sebenarnya dapat diungkapkan dengan bahasa Indonesia. Yaitu pada paragraf kedua 'first drive' dan paragraf ketujuh 'offer feedback'. Sebaiknya kedua istilah tersebut diganti dengan penggunaan bahasa Indonesia atau setidaknya ditambahkan penjelasan dalam bahasa Indonesia.

Dalam menunjukkan kesetiaan dalam berbahasa Indonesia seharusnya sarana media informasi lebih menonjolkan unsur bahasa Indonesia dalam artikelnya karena banyak masyarakat Indonesia yang membaca. Media informasi seharusnya memberi contoh kesetiaan dalam berbahasa Indonesia dan memupuk rasa kebanggaan terhadap bahasa Indonesia, karena mereka belajar dari sini. Bahasa Indonesia merupakan jati diri dan identitas bangsa, untuk itu harus dijaga kelestariannya agar jangan sampai rusak maupun punah.
 

.::FEEL THE SUMMER BREEZE::. Copyright 2008 All Rights Reserved Baby Blog Designed by Ipiet and s.Z.c.H.a | All Image Presented by Tadpole's Notez